Sejarah Permainan Bola Basket
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.
Sejarah perkembangan
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang pastor. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang pastor asal Kanada yang mengajar di sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswanya untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. “Basket ball” (sebutan bagi olahraga ini dalam bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola hanya dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.
Kamis, 27 Januari 2011
sejarah permainan bola basket
Diposting oleh Shafira Fika di 02.41 0 komentar
sejarah dan manfaat futsal
December 21, 2009 at 7:56 am (bola sepak) Kata Futsal berasal dari bahasa Spanyol, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), yang jika digabung artinya menjadi “Sepak Bola dalam Ruangan”. Menurut FIFA, asal Mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya kesal, karena rencana yang Ia susun jadi berantakan karena lapangan yang tergenang air. Lalu Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama Ia tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit, Ia memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang tiap tim, termasuk penjaga gawang. Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah Futsal olahraga yang digandrungi masyarakat luas. sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing. Kanada dan Brazil termasuk negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka. Mereka menentang keras sejarah Futsal versi FIFA ini. Brazil mengklaim bahwa saat yang bersamaan dengan munculnya cerita Ceriani, pemain bola di Brazil sudah melakukan hal yang sama, namun di Brazil tidak menggunakan aturan baku, artinya aturan tiap daerah berbeda-beda. Futsal berkembang sangat pesat di Brazil, lalu pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, peraturan futsal juga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia. Di Italia, futsal mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italia diperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat senggang, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dekenal dan digemari di Italia. Beda halnya dengan di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London. Sedangkan di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin. Pada 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguay menjadi juara pertama. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984. Di tahun 1974 diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS)sebagai organisasi resmi yang mewadahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah eksisnya FIFUSA ini futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana ini Brazil keluar sebagai juara. Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di Spanyol. Ini adalah kali pertama even tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan lagi-lagi Brazil keluar sebagai juara. Dan pada 1988 Brazil berhasil dikalahkan oleh Paraguay di Australia. Setelah beberapa tahun eksis, Futsal semakin terorganisir, dan FIFA pun tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989 FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal. Piala dunia futsal edisi FIFA yang pertama digelar di Belanda pada 1989 dan yang kedua digelar di Hong Kong di tahun 1992, dengan Brazil sebagai juara di kedua edisi ini. Dengan adanya beberapa pertimbangan, akhirnya FIFA mengubah jadwal piala dunia Futsal ini menjadi empat tahun sekali. Manfaat Futsal Futsal memiliki peranan penting bagi perkembangan bakat pemain sepak bola. Contoh nyata seperti pesepak bola Brazil. Sebagian besar pemain top Brazil bermain futsal di masa kecilnya. Seperti Ronaldinho, Pele, Zico, Socrates, dan Bebeto. Berkat bermain futsal mereka bisa memiliki kelincahan, kecepatan dan intuisi yang sangat bagus dalam mengolah si kulit bundar di lapangan. Jika dibandingkan dengan sepak bola, peraturan di Futsal jauh lebih ketat. Pemain dilarang melakukan sliding tackle (menjegal dari belakang) dan body charge (benturan badan), jadi pemain futsal bisa mengeluarkan kemampuan tekniknya tanpa takut dicederai lawan. Ada beberapa faktor yang membantu pemain dalam mengembangkan kemampuan teknik bermain bola yang baik: - Kecerdasan. Disini perbedaan sepakbola dan futsal begitu terlihat. Di futsal seorang pemain dituntut bisa melakukan sebuah improvisasi dalam menghadapi masalah dalam bermain. Jadi secara spontan pemain harus bisa mengeluarkan tekniknya. Futsal ini sangat ideal sebagai sarana mengembangkan intelegensi dalam bermain sepak bola. - Keahlian Teknik. Teknik lebih berperan dari tenaga dalam bermain futsal. Jika teknik yang dimiliki pemain tidak memenuhi syarat, pemain tidak bisa melepaskan diri dari pressing lawan. Kondisi ini membuat pemain mau tidak mau harus meningkatkan skill nya. Baik dalam hal kontrol bola, pergerakan dengan dan tanpa bola, footwork, passing, dribbling dan shooting. - Total Football. Di futsal, jumlah pemain yang sedikit membuat seluruh pemain bermain dengan total football. Jadi saat tim menyerang, tidak hanya pemain depan yang bekerja. Begitu pula saat bertahan, pemain depan juga turun membantu pertahanan. Maka dari itu, pemain futsal dituntut memiliki stamina yang prima, karena harus selalu bergerak. - Kecepatan. Ruang gerak yang sempit membuat aliran bola bergerak cepat diantara kaki pemain. Jadi pemain futsal dituntut untuk bermain cepat, baik dalam hal passing, gerak tipu dan shooting. Tentu hal ini menjadikan nilai lebih jika digunakan dalam bermain sepak bola lapangan besar. - Hiburan. Di Futsal terjadinya gol jauh lebih sering daripada di sepak bola. Dengan skill pemain yang tinggi, pergerakan bola yang cepat dan seringnya terjadi gol, maka futsal menjadi tontonan yang menyenangkan.Sejarah Dan Manfaat Futsal
Diposting oleh Shafira Fika di 02.39 0 komentar
Selasa, 25 Januari 2011
PELAKSANAAN UN HARU DIAKUMULASI
Pelaksanaan UN 2011 harus ada evaluasi Kepala Bidang Analisis dan Informasi Pusat Penilai Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan Nasional ( Kemendiknas), Haris Sertiadi mengatakan tahun 2011 mendatang pelaksanaa ujian nasional ( UN) akan di evaluasi. “ UN itu sebagai entry point untuk membina sekolah-sekolah di Indonesia. Untuk tahun 2011, UN akan dievaluasi,”tegas Haris, pembicara dalam dialog publik dengan pendidik dan tenaga pendidik, di pendopo Lapangan Merdeka, di arena pameran pendidikan Olimpiade Sains Nasional ( OSN) ke IX, siang ini. Hari menambahkan, UN itu perlu dievaluasi supaya pelaksanaannya lebih baik, bagus dan memiliki metode. Hari juga mengungkapkan untuk evaluasi UN ada beberapa opsi yang perlu dilakukan. “ Opsi tersebut, misalnya UN tidak menjadi standar kelulusan tetapi dapat digunakan untuk jenjang pendidkan selanjutnya. Kemudian, UN dijadikan sebagai standar kelulusan tapi yang menentukan kelulusan adalah sekolah. Terakhir, UN untuk menganalisa kecurangan dalam ujian,”ujarnya. Pelaksanaan UN sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) No 19 Tahun 2005 Pasal 68. Dimana disebutkan UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Selain itu merupakan dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan dan pembinaan dan pemberi bantuan kepada satuan pendidik dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, pungkasnya. Pemerintah Segera Lakukan Intervensi Kebijakan Sejumlah provinsi di Indonesia tidak lulus ujian nasional (UN) SMA/MA tahun ajaran 2009/2010 di atas nilai rata-rata nasional 10,07 persen dari 1.522.000 peserta adalah tanggung jawab Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sementara Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendiknas bertugas menilai hasil UN.
Demikian dikatakan Kapuspendik disampaikan Kepala Bidang Analisis dan Informasi Puspendik (Pusat Penilaian Pendidikan) Kemendiknas pada acara Dialog Dengan Pendidik dan Tenaga Kependidikan “Ringkasan Laporan Hasil Ujian Nasional (UN) SMA/MA Tahun Ajaran 2009/2010” dengan Moderator Rudianto MSi (LPMP Sumut), Kamis (5/8).
Menurutnya, salah satu daerah persentase ketidak lulusan UN SMA/MA di atas rata-rata nasional 10,07 persen yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 16,70 persen khususnya Kabupaten Alor terdapat di SMAN 1 Abad dengan persentase ketidak lulusan 38,40 persen.
Dijelaskan, dampak masih banyaknya siswa tidak lulus ujian nasional pada daerah tersebut karena banyak guru mengajar tidak sesuai bidangnya, guru lulus sertifikasi baru 30 persen, kurangnya sarana dan prasarana sekolah serta persentase ketidak hadiran siswa.
Sedangkan siswa tidak lulus untuk tingkat SMA secara umum jurusan IPA karena rendahnya nilai bidang studi Biologi, dimana nilai rata-rata terendah 7,35 dan tertinggi 10,00 sehingga ke depan perlu dianalisis dan intervensi kebijakan.
Untuk tingkat SMK, banyak siswa tidak lulus UN disebabkan rendahnya nilai bidang studi Bahasa Indonesia dan secara nasional terdapat di SMKN 1 Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan Permendiknas No 19/2005, Pasal 68 mengatakan: UN digunakan sebagai salah satu pemetaan mutu program satuan pendidikan, UN sebagai dasar seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, UN untuk penentu kelulusan dan UN untuk pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan untuk peningkatan pendidikan.
Meski pemerintah pusat dalam hal ini Kemendiknas tahun ajaran 2009/2010 memberlakukan ujian ulangan UN juga masih banyak siswa di berbagai daerah tidak lulus sebesar 0,96 persen dari 7,85 persen peserta, diantaranya NTT, DI Yogyakarta dan Kalteng.
“Guna mengevaluasi permasalahan penyelenggaraan ujian nasional masa mendatang, maka pemerintah pusat akan segera melakukan intervensi kebijakan terutama terhadap daerah tidak mencapai target kelulusan UN SMA/MA maupun SMK dan SMP/MTs,” tegasnya.
TBM @ Mall
Pada hari yang sama, Direktur Pendidikan Masyarakat Ditjen PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Kemendiknas Ella Yulaelawati tampil sebagai pembicara pada Dialog Publik Kemendiknas Dengan Pendidik dan Tenaga Kependidikan “TBM @ Mall” dengan Moderator Drs Kastum MPd (BP-PNFI) Kemendiknas.
Diposting oleh Shafira Fika di 01.39 0 komentar
PELAKSANAAN UN HARU DIAKUMULASI
Pelaksanaan UN 2011 harus ada evaluasi Kepala Bidang Analisis dan Informasi Pusat Penilai Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan Nasional ( Kemendiknas), Haris Sertiadi mengatakan tahun 2011 mendatang pelaksanaa ujian nasional ( UN) akan di evaluasi. “ UN itu sebagai entry point untuk membina sekolah-sekolah di Indonesia. Untuk tahun 2011, UN akan dievaluasi,”tegas Haris, pembicara dalam dialog publik dengan pendidik dan tenaga pendidik, di pendopo Lapangan Merdeka, di arena pameran pendidikan Olimpiade Sains Nasional ( OSN) ke IX, siang ini. Hari menambahkan, UN itu perlu dievaluasi supaya pelaksanaannya lebih baik, bagus dan memiliki metode. Hari juga mengungkapkan untuk evaluasi UN ada beberapa opsi yang perlu dilakukan. “ Opsi tersebut, misalnya UN tidak menjadi standar kelulusan tetapi dapat digunakan untuk jenjang pendidkan selanjutnya. Kemudian, UN dijadikan sebagai standar kelulusan tapi yang menentukan kelulusan adalah sekolah. Terakhir, UN untuk menganalisa kecurangan dalam ujian,”ujarnya. Pelaksanaan UN sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) No 19 Tahun 2005 Pasal 68. Dimana disebutkan UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Selain itu merupakan dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan dan pembinaan dan pemberi bantuan kepada satuan pendidik dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, pungkasnya. Pemerintah Segera Lakukan Intervensi Kebijakan Sejumlah provinsi di Indonesia tidak lulus ujian nasional (UN) SMA/MA tahun ajaran 2009/2010 di atas nilai rata-rata nasional 10,07 persen dari 1.522.000 peserta adalah tanggung jawab Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sementara Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendiknas bertugas menilai hasil UN.
Demikian dikatakan Kapuspendik disampaikan Kepala Bidang Analisis dan Informasi Puspendik (Pusat Penilaian Pendidikan) Kemendiknas pada acara Dialog Dengan Pendidik dan Tenaga Kependidikan “Ringkasan Laporan Hasil Ujian Nasional (UN) SMA/MA Tahun Ajaran 2009/2010” dengan Moderator Rudianto MSi (LPMP Sumut), Kamis (5/8).
Menurutnya, salah satu daerah persentase ketidak lulusan UN SMA/MA di atas rata-rata nasional 10,07 persen yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 16,70 persen khususnya Kabupaten Alor terdapat di SMAN 1 Abad dengan persentase ketidak lulusan 38,40 persen.
Dijelaskan, dampak masih banyaknya siswa tidak lulus ujian nasional pada daerah tersebut karena banyak guru mengajar tidak sesuai bidangnya, guru lulus sertifikasi baru 30 persen, kurangnya sarana dan prasarana sekolah serta persentase ketidak hadiran siswa.
Sedangkan siswa tidak lulus untuk tingkat SMA secara umum jurusan IPA karena rendahnya nilai bidang studi Biologi, dimana nilai rata-rata terendah 7,35 dan tertinggi 10,00 sehingga ke depan perlu dianalisis dan intervensi kebijakan.
Untuk tingkat SMK, banyak siswa tidak lulus UN disebabkan rendahnya nilai bidang studi Bahasa Indonesia dan secara nasional terdapat di SMKN 1 Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan Permendiknas No 19/2005, Pasal 68 mengatakan: UN digunakan sebagai salah satu pemetaan mutu program satuan pendidikan, UN sebagai dasar seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, UN untuk penentu kelulusan dan UN untuk pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan untuk peningkatan pendidikan.
Meski pemerintah pusat dalam hal ini Kemendiknas tahun ajaran 2009/2010 memberlakukan ujian ulangan UN juga masih banyak siswa di berbagai daerah tidak lulus sebesar 0,96 persen dari 7,85 persen peserta, diantaranya NTT, DI Yogyakarta dan Kalteng.
“Guna mengevaluasi permasalahan penyelenggaraan ujian nasional masa mendatang, maka pemerintah pusat akan segera melakukan intervensi kebijakan terutama terhadap daerah tidak mencapai target kelulusan UN SMA/MA maupun SMK dan SMP/MTs,” tegasnya.
TBM @ Mall
Pada hari yang sama, Direktur Pendidikan Masyarakat Ditjen PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Kemendiknas Ella Yulaelawati tampil sebagai pembicara pada Dialog Publik Kemendiknas Dengan Pendidik dan Tenaga Kependidikan “TBM @ Mall” dengan Moderator Drs Kastum MPd (BP-PNFI) Kemendiknas.
Diposting oleh Shafira Fika di 01.39 0 komentar
UJIAN NASIONAL
Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan. Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar. Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting. Manfaat pengaturan standar ujian akhir:Ujian Nasional
Diposting oleh Shafira Fika di 01.29 0 komentar
Tepat pukul 22.00 WIB, Shaffer Chimere Smith Jr, atau yang dikenal dengan Ne-Yo mulai mempertontonkan kebolehannya di Istora Senayan, Jakarta. NE-YO JAKARTA LIVE IN CONCERT REPORT by VinodiiNganoo Concert Ne-Yo Membuat Penonton Histeris
Saturday, January 22 2011
Dibuka dengan tipuan-tipuan menghadirkan pemain band yang mirip dengannya, pertunjukan itu membuat penonton histeris.
Sebagai pembuka, Ne-Yo muncul dengan membawakan lagu Because of You. Setelah itu, lagu Say You Let Me Go dinyanyikan sambil menyebarkan bunga ke penonton dan dilanjutkan dengan lagu Sexy Girl.
Pada konser yang sejatinya digelar pada Desember tahun lalu ini Ne-Yo juga menyanyikan lagu-lagu yang di populerkan penyanyi terkenal seperti Beyonce Knowles dan Rihanna.
Saat menyanyikan Beautiful Monster, ia membawakannya dengan gaya seperti Michael Jackson. Dari pantauan kami, selama pertunjukan, dua kali ia melemparkan handuk yang digunakan untuk menyeka keringatnya ke penonton.
Setelah itu, Ne-Yo lagi-lagi menipu penonton dengan berpura-pura turun ke belakang panggung. Ternyata ia ‘menculik’ seorang wanita bernama Mariana, untuk diajak ke atas panggung. Ia kemudian menyanyikan lagu One in a Million dari album Libra Scale.
‘Penculikan’ terhadap seorang penonton wanita tersebut membuat histeris dan iri khususnya penonton wanita lain. Di atas panggung, sambil menyanyikan Go on Girl, Ne-Yo tak kuasa menggoda si cewek dengan pelukan dan ciuman.
Dengan lagu Closer, Ne-Yo menutup penampilannya. Setelah melemparkan kemeja ungu yang ia kenakan ke penonton, konser pun benar-benar berakhir.
Opening Performance by Maliq and d'Essentials
Ne-Yo Performing Because of You
Sumber : http://www.creativebrain.web.id/media.php?action=readnews&id=227&title=Concert%20Ne-Yo%20Membuat%20Penonton%20Histeris#ixzz1C2ObIxOJ
kunjungi www.creativebrain.web.id
Diposting oleh Shafira Fika di 01.08 0 komentar
AVRIL LAVIGNE COME BACK :***
What The Hell yang dirilis pada 11 Januari 2011 menjadi penanda kembalinya si rock chick Avril Lavigne ke dunia musik, setelah “menghilang” selama sekitar empat tahun. Memang, di awal tahun 2010 cewek Kanada ini sempat mengisi soundtrack Alice in Wonderland. Tapi, dengan dirilisnya singel terbaru yang berasal dari album keempat, Goodbye Lullaby, ini Avril siap mengulangi kesuksesan album sebelumnya, The Best Damn Thing (2007) dengan singel andalan Girlfriend!
“Saya sangat senang bisa kembali. Sudah beberapa tahun berlalu dan saya sangat bersemangat melihat What The Hell sejauh ini diterima dengan baik di iTunes dan oleh para penggemar. Responnya benar-benar bagus, jadi saya bahagia,” katanya pada MTV News.
Sejauh ini memang What The Hell terlihat menjanjikan. Di Amerika Serikat, singel ini sudah menduduki peringkat ke-6 di Billboard Hot Digital Songs dan 13 di US Billboard Hot 100. Di Jepang lebih dahsyat lagi. Nomor 2 di Japan Hot 100 dan juara 1 di Japan Adult Contemporary Airplay!
Videonya sendiri, yang disutradarai Dave Meyers (yang menyutradarai video Alice milik Avril, Somebody to Love-nya Justin Bieber, Firework-nya Katy Perry dan Raise Your Glass-nya P!nk), baru diputar untuk pertama kalinya pada 23 Januari 2011. Katanya, video ini cukup istimewa, lho.
“Video musiknya dalam bentuk 3-D dan bagian favorit saya di sini adalah adegan nge-rock di bagian akhir di mana saya loncat di atas panggung dan di situ saya bersama band saya. Ketika saya menontonnya dengan kaca mata 3-D, tangan para penonton bisa terlihat dan rasanya seperti manggung live di depan sebuah crowd. So it was kind of cool,” jelas mantan pasangannya Deryck Wh8bley “Sum 41” ini.
Diposting oleh Shafira Fika di 01.07 0 komentar